Diet Golongan Darah

Diet Golongan Darah – Mendapatkan bentuk tubuh yang ideal bisa diperoleh dengan beragam cara, diantaranya melalui diet. Banyak metode dan pola diet yang bisa diterapkan ketika berdiet. salah satunya metode yang bisa digunakan ketika menjalani diet adalah diet berdasarkan golongan darah.

Image courtesy of photostock / FreeDigitalPhotos.net

Image courtesy of photostock / FreeDigitalPhotos.net

Diet golongan darah merupakan metode diet yang didasarkan atas tipe darah seseorang dalam mengkonsumsi makanan. Beberapa peneliti mempercayai jika darah bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi akibat berbagai faktor, salah satunya adalah faktor genetis. Reaksi darah yang berbeda pada setiap makanan yang dikonsumsi ini menjadi dasar dalam menjalankan diet jenis ini.

Ketika mengetahui jenis makanan yang paling cocok dengan tipe darah, maka proses metabolisme tubuh pun akan semakin baik. Tubuh akan dengan mudah mencerna makanan dan asupan makanan dapat terserap sepenuhnya menjadi vitamin dan energi bagi tubuh.

Memang belum ada studi yang lebih mendalam yang meneliti secara rinci mengenai diet golongan darah ini. Namun seperti diketahui, ada beberapa tipe golongan darah yang bereaksi lebih baik ketika mengkonsumsi makanan berlemak tinggi misalnya, sementara golongan darah lain menunjukkan hasil sebaliknya. Hal ini bisa menjadi dasar pemilihan makanan yang didasarkan pada golongan darah, dan bisa mejadi metode diet yang aman untuk dilakukan.

Dalam diet golongan darah, tipe makanan yang dikonsumsi sangat bergantung pada golongan darah yang dimiliki. Jadi ketahui terlebih dahulu golongan darah anda sebelum mencoba melakukan diet seperti ini.

  • Golongan darah O

Orang dengan golongan darah O dinilai lebih kebal terhadap berbagai virus dan infeksi dibanding golongan darah lainnya. Golongan darah O pada dasarnya bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan ketika menjalani diet berdasarkan golongan darah. Namun sangat dianjurkan untuk menjalani diet rendah karbohidrat dan tinggi protein untuk tipe darah O. Konsumsi daging dan sayur seperti brokoli dan kacang merah ditambah buah-buahan seperti jambu biji dan blueberi adalah diet yang paling cocok bagi pemilik golongan darah O.

Sebaliknya makanan yang disarankan untuk dihindari selama menjalankan diet adalah es krim, yoghurt, anggur putih dan cumi-cumi.

  • Golongan darah A

Bagi pemilik golongan darah A, diet yang rendah lemak dan tinggi karbohidrat paling dianjurkan dalam diet berdasarkan golongan darah. Orang yang memiliki tipe darah A pun cenderung diarahkan untuk menjalankan diet ala vegetarian meskipun masih diperbolehkan mengkonsumsi beberapa jenis daging seperti ikan. Makanan yang dinilai bereaksi baik dengan golongan darah A adalah bayam, wortel, tahu, tempe, kacang tanah, ditambah ikan sardine, ikan mas dan beberapa jenis buah seperti nanas, mangga, pisang, dan jeruk limau.

Sebaliknya, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh golongan darah ini karena akan bereaksi kurang baik ketika menjalani diet seperti daging sapi, domba, kelinci, bebek, lobster, kepiting, belut, udang, keju, es krim, susu sapi, ubi, tomat dan kentang.

  • Golongan darah B

Golongan darah B dinilai sangat cocok untuk menjalankan diet dengan berbagai olahan yang terbuat dari susu. Golongan darah ini pun dinilai mempunyai sisitem kekebalan tubuh yang bagus dan sistem pencernaan yang baik. Konsumsi yang dianjurkan untuk diet golongan darah B diantaranya adalah kembang kol, terung, teh hijau, brokoli, ubi, wortel, ditambah konsumsi daging seperti kambing, domba, kelinci, dan susu sapi serta keju.

Sementara makanan yang dinilai buruk untuk diet golongan darah B diantaranya yaitu daging bebek, ayam, angsa, kepiting, lobster, siput, kacang tanah, roti gandum, tomat, waluh, jagung, belimbing, es krim, dan berbagai jenis telur seperti telur bebek, angsa, dan puyuh.

  • Golongan darah AB

Golongan darah AB merupakan percampuran antara golongan darah A dan B. Oleh karenanya dalam menjalankan program diet golongan darah ini dianjurkan untuk menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Untuk makanan yang dianjurkan ketika diet, diantaranya adalah teh hijau, Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, dan putih telur ayam.

Sebaliknya makanan yang dinilai akan bereaksi negatif adalah daging sapi, kerbau, ayam, bebek, lobster, kepiting, jagung, kopi, jambu biji, mangga, es krim, telor bebek, pisang, dan kelapa.

Related Posts